spot_img
spot_img
HomeBeritaMantan Militer Berpangkat Letnan Dua, Nyatakan Siap ikut Seleksi Sekda Defenitif Kota...

Mantan Militer Berpangkat Letnan Dua, Nyatakan Siap ikut Seleksi Sekda Defenitif Kota Kupang

Kota Kupang, pena-nusantara.com – Nama Thomas Dagang mencuat saat di sebut bakal maju sebagai Calon Sekda Defenitif Kota Kupang.

Thomas Didimus Dagang, diketahui merupakan mantan seorang militer berpangkat Letnan Dua, yang didapatnya dari pendidikan SCAPA selama empat bulan.

Dalam rentang waktu 1992 hingga 1994, ia aktif bertugas di Kodim Lebak 0603, Korem Serang, Kodam III Siliwangi, Banten sebelum akhirnya menjadi Lurah Oesapa tahun 1995.

Thomas Dagang yang merupakan Kepala Dinas Naketrans Kota Kupang yang di temui pena nusantata mengaku sangat siap dalam seleksi Calon Sekda mendatang. ia lahir dari bumi Kota Kupang, dan memulai karir sebagai Lurah Oesapa tahun 1995.

“Bagaimana kita bergerak dari bawah dan memahami masyarakat, pemerintah, sangat-sangat paham, dan dari bawah saya naik ke atas beberapa kadis saya lewati,” katanya, Sabtu (24/5/2025) di sebuah kedai kopi bilangan Oebufu kemarin.

Meskipun dalam pemerintahan Kota Kupang, ia sudah menduduki beberapa jabatan strategis namun Thomas mengaku selama karir jabatan birokrasinya sangat berkesan saat menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP).

“Saya jabat paling lama untuk kota kupang saat ini selama 6 tahun, dari 2013 sampai dengan 2019, kesannya itu hanya hal-hal penting untuk Pembangunan Kota Kupang yang saya buat, salah satunya jembatan kembar, kita mulai dari 2016, 2016 saya sudah menertibkan bagian kiri halte sampai setelah jembatan, putar lagi sampai di Pospol, yang menertibkan segala bangunan, penjual itu saya yang pimpin dan tentunya saya berkordinasi dengan Camat, Lurah serta RT RW dan keluarga masyarakat yang terkena dampak,” kisah Thomas.

Ia mengaku, penertiban pedagang yang beraktifitas di lokasi Jembatan Liliba, karena tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Undang-Undang Tata Ruang.

Penempatan Birokrasi

Seiring dengan perkembangan zaman, dinamika kebutuhan masyarakat menjadi turut berubah. Oleh karenanya, penataan birokrasi bukan hanya sebuah keharusan, melainkan kebutuhan.

Ditanya jika terpilih atau lolos sebagai Sekda Defenitif Kota Kupang, terkait penempatan birokrasi, Thomas menjelaskan bahwa ia memulai karir ASN dari bawah dan ia selama ini minents sistem.

Ia menyebut memiliki gagasan dan konsep untuk menata birokrasi di Kota Kupang, sehingga menjadi lebih baik lagi, guna mambantu memperlancar tugas top leader.

“Kita belajar manajemen, Sekda itu adalah top manajer, top leader itu wali kota dan wakil wali kota, kita top manajer, manajer dalam urusan kita yang paling tinggi, kepala dinas adalah manajer-manajer yang ada di sekelilingi kita, kita menyatukan pendapat dari segala hal, ia gunakan metode KIS, KIS saya belajar dari manajemen,” papar Thomas

KIS yang dimaksud Thomas adalah Kordinasi; apa yang pimpinan saya ngomong, pimpinan saya perintah bagaimana dirinya mengkondisikan apa yang diperintahkan oleh pimpinan sesuai dengan aturan yang berlaku serta kondisi masyarakat yang ada. setelah melakukan kordinasikan, thomas selanjutnya mengintegrasikan (Integrasi) yakni menyatukan semua pendapat, pandangan dan singkronkan dari semua OPD yang terkait sesuai apa yang diperintahkan pimpinan, dan terakhir Sederhanakan, yang dimaksud dengan sederhanakan adalah menunjukan kepada masyarakat bahwa pemerintah memerintah, mengatur masyarakat untuk kemajuan Kota.

Peningkatan PAD

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber keuangan yang sangat penting bagi pemerintah daerah. PAD mencakup berbagai jenis penerimaan seperti pajak, retribusi, dan pendapatan dari aset daerah. Meningkatkan PAD secara signifikan menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam upaya mengoptimalkan potensi daerah tanpa melanggar peraturan yang berlaku.

Menurut Thomas, peningkatan PAD, diawali dengan melihat aturan yang berlaku.

“Kita Negera Kesatuan Republik Indonesia, tentu kita dari pusat ke daerah dan kita melihat potensi-potensi yang ada, banyak potensi yang belum kita maksimalkan salah satunya kos-kosan, kita belum bisa merubah perda itu kita masih menggunakan perda yang lama,” jelas Thomas

Selain Kos-kosan, ditambahkan Thomas masalah parkir di Kota Kupang belum maksimal, untuk parkir Thomas mengajak untuk belajar dari kabupaten terdekat yakni Kabupaten Belu.

“Parkir tidak usah belajar di luar daerah, belajar di Belu aja, bagaimana petugas parkir itu sangat bagus dalam arti bahwa dia betul-betul petugas parkir, melalui dari seragam yang lengkap dan melaksanakan tugas, kita belum maka dari itu terjardi kebocoran-kebocoran, sistim kita harus perbaiki karena itu sumber-sumber PAD yang belum digali oleh kita. bagi saya itu yang harus kita kordinasi, oleh karena KIS itu taburkan,” tambah Thomas

Disampaikan Thomas, sejak Kota Kupang berdiri masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus perbaiki untuk semua, terutama masyarakat, Pemerintah, Dewan.

Kebersihan

Salah satu permasalahan sosial yang sering timbul di perkotaan khususnya Kota Kupang adalah masalah kebersihan karena produksi dan polusi sampah tidak hanya berdampak pada estetika, kebersihan, dan kenyamanan kota, tetapi juga pada kesehatan penduduk dan lingkungan kota.

Kebersihan menjadi program utama Pemerintah Kota saat ini, dikatakan Thomas masalah kebersihan harus diperbaiki sistim yakni diawali dengan mapping dalam organisasi.

“Pertama kita mapping dulu, mapping bukan hanya dalam masyarakat, tapi mapping dalam organisasi itu, apakah ini jalan atau tidak, manejerialnya jalan atau tidak, kalau menejerialnya tidak jalan, pimpinan atau top leader kita ngomong sampai kapan pun kita sampai kepada masyarakat tapi itu tidak tersistematis dengan baik maka tidak jalan,” akui Thomas

Disiplin Pegawai

Kedisiplinan pegawai atau Aparatur Sipil Negeri (ASN) kini jadi isu krusial di tengah-tengah masyarakat.

Jika Tuhan berkehendak Thomas terpilih dalam seleksi Calon Sekda Defenitif, terkait disiplin pegawai diuraikan bahwa disiplin di mulai dari top sedangkan pelayanan dari masyarakat.

“Kalau top ini tidak disiplin, kita ngomong seribu kali di depan staf juga tidak akan, itu sudah saya lakukan dari saya lurah sampai sekarang saya jadi kadis,” paparnya

Menurut Thomas jika staf tidak dispilin maka akan bertindak sesuai mekanisme kemanusiaan dan peraturan yang berlaku.

“Kalau kita sendiri tidak masuk jam 7 lalu kita masuk jam 11 atau jam 12 maka tidak jalan, kita bilang jam 7 ya jam 7, kita tidak bisa anak buah duluan, kita harus duluan, bagaimana kita menegur anak buah kalau kita sendiri buat salah, persoalan kota kupang seperti itu,” ungkap pria kelahiran Ende.

Tim Anggaran

Sekda secara ex-officio menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dalam kapasitas ini, Sekda memiliki peran kunci dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah, termasuk dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD.

Menurut Alumni SMAN 1 Kupang ini, sekda harus mampu membantu walikota dan wakil walikota untuk mengatur anggaran di dalam rencana-rencana kerja dan pembangunan yang menjadi visi dan misi dari pemimpin.

Tentu fokus dari anggaran adalah visi dan misi dari pemimpin wilayah. Program-program pembangunan yang menjadi visi dan misi pemimpin wilayah harus bisa diamankan. Selain itu kesejahteraan dari ASN juga tidak boleh terabaikan di dalam penyusunan anggaran

“Kita memiliki Top Leader, apa yang top manajer kerjakan berdasarkan top leader, walikota dan wakil walikota, visi dan misi mereka yang kita amankan, rencana jangka pendeknya bagaimana, jangka menengah bagaimana dan jangka panjang bagaimana, maka kita harus sesuikan, terus kita melihat anggarannya terus kita bagi dan kita bagi betul-betul dan tidak neko neko,” jelas Thomas.

Selain itu ditambahkan Thomas, Bicara Pemerintah daerah, artinya bicara Walikota dan dewan

“Kita harus mensingkronkan, apa kepentingan dewan dan apa kepentingan top leader kita, sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan,” tegas alumnus STPDN Jatinangor

Thomas pun menyatakan syukurnya karena baru kali ini Pemkot Kupang membuka kesempatan kepada semua ASN yang memenuhi kriteria untuk mengikuti seleksi pemilihan Sekda Kota Kupang. (pito)

Komentar Anda?

spot_img

latest articles

explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here