Borong, pena-nusantara.com – Menjelang akhir tahun 2021, hampir semua kegiatan pelantikan pejabat pemerintah di Kabupaten Manggarai Timur, NTT dilakukan di alam bebas. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya promosi agar tempat-tempat indah di Manggarai Timur menjadi spot wisata baru.
Pariwisata berbasis masyarakat malah menjadi sexy di tengah gempuran desain pariwisata super premium. Manggarai Timur akan terus kampanye tentang wisata lokal, lewat kegiatan-kegiatan formal dan non formal.
Obyek wisata Bukit Cinta Nanga Lok menjadi saksi bisu pelantikan Camat Rampas, Robertus Nardin, Jumat (1/10) oleh Bupati Manggararai Timur, Agas Andreas, SH.M.Hum.
Bukit Cinta merupakan sebuah tempat dengan pemandangan alam yang indah. Berada di deretan bebukitan dengan hamparan padang sabana yang hijau dan di bawahnya terlihat pantai Golo Lijun yang luas.
Terdapat beragam spot foto dengan latar pemandangan alam, salah satunya Laut Flores. Selain itu ada juga spot foto pohon bakau yang rimbun berjejer di pinggir pantai Teluk Nanga Lok. Hamparan bebukitan juga berdiri tegak di bagian timur.
Ada juga pemandangan jalanan meliuk apik di kaki Bukit Cinta. Pengunjung yang datang ke Bukit Cinta bisa menikmati berbagai panorama sekaligus, seperti pantai, bebukitan, hutan, dan lembah.
Menparekraf RI Beri Apresiasi.
Geliat Pemkab Manggararai Timur mempromosikan obyek wisata Bukit Cinta Nanga Lok mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno.
Dalam video yang ditayangkan Prokopim Manggararai Timur, Jumat (1/10) Menparekraf RI menyampaikan selamat dan sukses kepada Robertus Nardin sebagai Camat Sambi Rampas.
“Selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak Robertus Nardin sebagai sebagai camat untuk Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggararai Timur di tengah keindahan, kesejukan dan keunikan alam wisata Bukit Cinta hari ini,” ungkapnya.
Manggararai Timur, kata Menparekraf memiliki pilihan desitiniasi wisata baru yang terintegrasi seperti obyek wisata Rana Tonjong atau di kenal dengan danau bunga lotus kedua di dunia setelah India. Obyek wisata Watu Pajung, obyek wisata Komodo Pota dan obyek wisata Danau Rana Kulan yang terhubung dengan danau fan jembatan alam, air terjun yang spektakuler.
“Komodo Pota sebagai species hewan purba yang memiliki warna yang khas dan unik,” sebut Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.
Seluruh desitiniasi wisata tersebut kata Menparekraf akan menambah kesempurnaan menu berwisata di Flores, NTT.
Ke depan kata Menparekraf, Kementerian Pariwisata dan Economi Kreatif akan terus memberikan dukungan terbaik dan maksimal bagi kemajuan wisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Tentunya dengan memperkuat sinergi lintas sektoral, terkhusus dengan seluruh stakeholders di daerah.
“Saya optimis melalui inovasi, adaptasi dan kolaborasi akan mampu mengakselerasi kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Teruslah berkarya dan mengembangkan potensi parekraf di daerah,” pungkasnya. (Kontributor Matim, Silva Jr.)












