Oleh : Poyensianus Marton
Mahasiswa Fkip, Undana
Mulanya terasa biasa, akan gejolak tak tertanding
Dentuman dan sayatan-sayatan rasa seakan terus mengalir
Mengalir menuju lembah tuk mendapatkan ketenangan desiran
Di lembah sana, tak ada riakan berarti yang mengganggu
Kemarin, tatapan kebisuan seakan memberi sejuta makna
Melumpuhkan setiap jengkal keberanian
Melelehkan setiap rasa membeku
Tak ada tempat persinggahan selain mencari makna baru
Hai wanita diujung taman itu, kumenanti kedatanganmu
Pada tempat tatapan kosong dan penuh arti
Lama rasa ini tak bersemayam
Kembali tuk kujadikan permata, menghiasi setiap lika-liku cerita


