
Jurusan Administrasi Negara
Materi malam ini sudah menjawab pertanyaan dari dalam hati saya, tentang bagaimana saya memilih dan masuk ke organisasi Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Agustinus Fisip Undana. Bahwa yang sebenarnya tujuan kami dan proses yang akan kami lalui dalam kegiatan masa penerimaan anggota baru (MPAB) keluarga mahasiswa katolik (KMK) adalah untuk mencari jati diri.
Pemateri selayang padang memberikan ilustrasi megenai tujuh (7) orang buta yang mengidentifikasi cirri-ciri seekor gajah. Jika tujuh orang buta saja yang tak dapat melihat alam dan berbagai jenis hewan, tumbuhan dan terlebih khusus manusia terus berusaha dan mencoba mencaritahu cirri-ciri seperti apakah seekor gajah yang sebenarnya? Menurut saya, kami sebegai peserta MPAB juga pasti mengalami hal yang sama.
Timbul berbagai pertanyaan seperti apa itu KMK, proses apa sajakah yang akan kami lalui dalam kegiata Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) keluarga mahasiswa katolik (KMK) , dan jadi apakah kami nanti setelah kami beranjak dari KMK.
Sungguh suatu jawaban yang sangat menarik dengan ilustrasi yang membuat cara berpikir saya lebih terarah. Dimulai dari penjelasan sang pemateri menceritakan bagaimana proses perubahan yang terjadi pada St.Agustinus yang dulunya atau pada masa mudanya adalah seorang penjahat. Namun, Dia mengalami suatu perubahan yang drastis karena berusaha menemukan jati dirinya.
Sehingga dari pengalamanya dia memberikan inspirasi mengenai 3 kunci kesuksesan yaitu rendah hati, rendah hati dan rendah hati. Selanjutnya pemateri menceritan alasan 3 pendiri KMK pada tahun 1994.

Melihat pristiwa yang terjadi pada masa itu, perubahan masa yang mengakibatkan kaum muda lemah, membuat ketiga orang ini berpikir dan membentuk organisasi kekeluargaan yang bernafaskan kekatolikan untuk membangkitkan semangat kaum muda Sebagai bukti nyata untuk ikut berpartisipasi dalam menangulangi masalah yang terjai saat itu. Perlu diketahui proses yang kita lalui untuk bisa membawa perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri
Maka dari itu menurut saya dimasa inilah saat yang tepat bagi saya untuk menemukan jati diri.


