Kota Kupang, pena-nusantara.com– Herlina Mauboi salah satu pengurus Forum Komunikasi Pemerhati dan Perjuangan Hak-Hak Perempuan dan Anak (Forkom P2HP) Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai pelayanan publik di kota kupang sangat buruk.
Di Kota Kupang khususya pelayanan publik sangat buruk, terlebih bagi mereka yang melaksanakan tugas mereka senantiasa berlindung dibalik Standar Operasional Prosdure (SOP), misalnya mau mendapatkan pelayanan publik harus mendapatkan surat dari sini, sana,” katanya saat kegiatan tatap muka bersama
Mauboi mngakui bahwa SOP sebagai panduan tetapi harus diberlakukan dalam kondisi normal, kondisi yang tidak normal mungkin sedikit menyimpang.
“Misalnya pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) itu sangat menyita waktu kita, apalagi kita dihadapkan dengan aparatur birokrasi yang sangat berbelit-belit,” ujarnya
Mauboi pun ingin meminta kepada Jefri Riwu Kore apabila terpilih nanti sebagai walikota kupang, menjalankan Program NTT melayani.
Sementara itu Jeriko dalam menanggapi pertanyaan mengatakan, Cita-cita untuk menjadi seorang pemimpin di kota kupang hanya berangkat dari keperhatinan dirinya dengan keadaan kota kupang.
Persoalan Pelayanan publik merupakan sesuatu yang sangat mendasar di kota kupang, dan hal itu tidak bisa dibiarkan terus menerus, perlu adanya pembenahan dalam birokrasi.
Oleh karena itu,kata Jeriko, Pelayanan publik di kota kupang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh, dan diatur secara jujur.
“Kalu orang itu datang ke sini jangan tolak lagi,mengurus KTP saja disuruh bolak-balik,” jelasnya
“Diberikan kepercayaan nanti kita akan benahi pelayanan publik, pelayanan publik sangat utama dalam hal melayani masyarakat,” ujarnya usai acara diskusi bersama Forkom P2HP di In out Resto, sabtu (17/12). (Pito)












