Kota Kupang, pena-nusantara.com- Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Nusa tenggara Timur (NTT) khususnya di Pulau Timor, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang menggelar aksi mimbar bebas guna meneriakan berbagai persoalan yang ada di NTT.
Aksi yang berlangsung di depan Polda NTT, rabu (28/12) dihadiri Puluhan aktifis PMKRI Cabang kupang.
Kordinator aksi Markus Gani mengungkapkan, aksi yang dilakukan ini sebagai wujud kepedulian PMKRI Kupang terhadap persoalan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sampai hari ini belum ada penyelesaiannya.
“Aksi damai yang kami lakukan sebagi bentuk wujud kepedulian PMKRI terhadap persoalan di NTT yang sampai hari ini belum ada penyelesainnya, seperti Human trafficking,” kata Gani
Menurut Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Kupang ini, NTT sedang dilanda berbagai persoalan sosial, salah satu masalah yang sedang terjadi di NTT dan secepatnya diberantas adalah masalah human trafficking yang saat ini terus meningkat.
“Dalam konteks nasional, kami juga meminta pemerintah pusat untuk mengambil sikap tegas terhadap organisasi- organisasi radikal yang mengganggu keutuhan NKRI,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Termandat PMKRI Kupang, Yohanes Kare menilai, dalam kunjungan jokowi yang sekian kalinya di NTT, fokusnya hanya pada pembangunan infrastruktur dan mengabaikan pembangunan sumber daya manusia yang ada di bumi Flobamora.
Hal ini menurut Kare, membuat berbagai persoalan yang ada di NTT susah untuk diberantas, termasuk persoalan human trafficking.
“Kami melihat kunjungan jokowi yang sudah sekian kali di NTT hanya fokus pada pembanguna infrastruktur, bukan pembangunan manusia. Hal ini yang membuat human trafficking terus meningkat di NTT,” ujarnya.
Sementara itu Sekertaris Jenderal PMKRI Kupang Adrianus Dandi berharap, agar kedepannya perhatian pemerintah pusat untuk NTT, lebih perioritas kepada pembangunan sumber daya manusia.
Bagi Dandi, apabila kualitas sumber daya manusia di NTT baik, dengan sendirinya persolan sosial yang ada di NTT bisa teratasi, termasuk persoalan human trafficking. (Pito)


