spot_img
spot_img
HomeBeritaWarga Belu Kembali Keluhkan Pengurusan Veteran Lewat Oknum Calo Yulius Bessin

Warga Belu Kembali Keluhkan Pengurusan Veteran Lewat Oknum Calo Yulius Bessin

Atambua, pena-nusantara.com – Salah seorang warga Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengeluhkan kepengurusan Veteran melalui seorang oknum Calo Veteran Yulius Bessin.

Kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (27/6/2025) malam, Ia yang tidak mau namamya disebut mengaku banyak korban yang saat ini menagih hasil kepengurusan veteran melalui Yulius Bessin.

Yulius Bessin diketahui memiliki anak buah yang membantu dirinya dalam merekrut calon veteran dugaan diantaranya Bernadus Bere dan Yohanes Leto.

“Bernadus Bere itu mereka Veteran dan Yohanes Letto terus yang pak Yulius Bessin ini kita tidak tahu di asli veteran atau bukan, dia yang membantu mengurus,” katanya melalui sambungan telepon.

Menurutnya, Bila Yulius Bessin ingin berpergian ke Kupang, Bali dan Jakarta selalu meminta uang jalan.

“Kalau mau kunjungan ke Kupang, alasannya ke Bali, ke Jakarta itu dia minta uang jalan, pintarnya dia tidak ada bukti, sekedar uang jalan, sekali jalan ada sekitar puluhan orang mungkin sekitar 100 jutaan, kalau jalan ke kupang bisa 1 atau 2 juta, kalau ke Bali bisa 3 sampai 4 juta per orang,” jelasnya lagi

Ditanya soal hasil kepengurusan yang diurus oleh Yulius Bessin, ia menyebut sampai saat ini masih menunggu karena diyakinkan sejak tahun 2020.

Pihaknya sudah di melaporkan ke Polsek Lasiolat dan di arahkan ke Polres Belu dan sampai sekarang belum ada tanggapan.

Sudah beberapa orang kerumah Yulius Bessin tapi tidak ada penyelesaian.

“Ada yang meminta uangnya di kembalikan, karna sudah lama diurus tapi sampai sekarang belum ada hasil,” paparnya

Pada tahun 2022 lalu, media ini pernah memberitakan Video berdurasi 2 Menit 50 detik yang diduga merupakan Calo Veteran di Kabupaten Belu Yulius Bessin.

Dalam video yang diambil sekitar bulan Desember 2021 itu, Diduga Yulius mengungkapkan cara ia bermain atau merakayasa umur calon veteran.

Berdasarkan Video itu, Yulius menjelaskan kepada para orangtua atau calon veteran soal umur yang belum cukup atau memenuhui syarat sebagai veteran.

Bahkan ia juga melibatkan Kodim Belu pada saat itu, Ia menyebut telah menyerahkan satu mobil kepada Kodim Belu seperti yang disampaikannya.

Untuk membenarkan pernyataan Yulius Bessin soal menyerahkan 1 buah mobil ke Kodim Belu, Dandim 1605/Belu Lektkol Inf Wiji Untoro yang dikonfirmasi media ini membantah hal itu tidak benar dan Pihaknya sudah melakukan penulusuran saat itu.

“Kami sudah telusuri bersama sama dengan Denintrl, Bin dan BAIS, oknum bernama Yulius melakukan perekrutan veteran pada tahun 2019,”ujarnya.

Ditambahkan Wiji, Dandim saat itu bahwa kemudian Yulius mengenal anggota mereka di tahun 2021.

“Disinilah perkenalan dengan anggota bahkan dengan ada foto bersama anggota beserta mobil dinas ditunjukan Yulius setiap dia tanya atau ditagih para veteran tentang SK,” jelas Wiji.

“Jadi ketika Yulius melakukan pemungutan uang terhadap veteran tidak ada anggota TNI yang terlibat atau membackup nya,” sambungnya

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh media ini berupa foto, Pasi Intel Kodim Belu Marcrelus Tobu pernah melakukan pemeriksaan dan introgasi kepada Yulius Bessin namun tidak mengetahui hasil dari pemeriksaan itu.

Selain Yulius Bessin yang diperiksa adapun beberapa oknum calo yang katanya diperiksa oleh Pasi Intel Kodim Belu Marcrelus Tobu diantaranya Herman Atok.

Terkini, Sabtu (28/6/2025), Pasi Intel Kodim Belu Marcrelus Tobu yang dikonfirmasi media ini terkait pengembangan hasil pemeriksaan mengaku sudah diserahkan ke Korem.

“Waktu itu saya masih BP tim Intel dan hasil sudah diserahkan ke korem, tugas saya selesai,” jawab Marcelus Tobu melalui pesan whatsapp.

Menurut Tobu, Hasil LID sudah diserahkan namun Tobu tidak menjelaskan secara rinci diserahkan ke siapa yang menangani masalah ini, hanya menjawab waktu itu semua anggota turun lapangan.

Marcelus Tobu kepada media ini mengaku lupa, bahkan ia berdalih bahwa bukan hasil pemeriksaan.

“Karna sudah lama itu, kalau tidak salah 4 atau 5 tahun lalu,” katanya

Calo Bernadus Bere

Nama Bernadus Bere tidak asing buat media ini, pasalnya media pernah memberitakan keterlibatan Bernadus Bere dalam kepengursan Veteran di Kabupaten Belu.

Bernadus Bere sendiri merupakan salah satu dri lima Calo Veteran yang dilaporkan ke Polda NTT pada tahun 2020 lalu diantaranya, Herman Atok, Martinus Hale, Albertino dan Simon Asuk.

Mereka dilaporkan karena diduga melakukan Penipuan dan Penggelapan uang para masyarakat atau calon veteran yang mengurus administrasi menjadi Anggota Veteran.

Bernadus Bere dilaporkan oleh Dominikus Hale dengan nomor polisi LP/B/215/V/RES/.1.11/2020/SPKT tertanggal 20 Mei 2020 Polda NTT.

Laporan: Pito

Komentar Anda?

spot_img

latest articles

explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here